Wednesday, May 22, 2013

Perasaan Selalu Disertai ALLAH Dimanapun Berada

Posting on Rosania Rossa di Wednesday, May 22, 2013


Re-edit (17/04/2011 17:48)

Astaghfirullah...merinding bacanya...semoga masih dikasih kesempatan oleh Allah untuk selalu memperbaiki diri...

Hikmah Solopos (14/1/2011). Beberapa minggu terakhir ini perhatian media massa terfokus kepada Gayus Tambunan. Tidak hanya karena statusnya sebagai tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, tetapi bisa nonton tenis di Bali, plesir ke Macau, Singapura, dan Kuala Lumpur. Juga perhatiannya kepada mafia yang membantunya keluar masuk penjara, sumber dana, dan orang kuat yang berdiri di belakangnya.Kejahatan baik yang bersifat individual maupun komunal seperti mafia yang berada di belakang Gayus muncul karena hilangnya perasaan diawasi oleh Allah. Mestinya setiap orang menyadari bahwa Allah itu sangat dekat dengannya.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (QS.50:16)



Nahnu aqrabu ilaihi min hablil-wariid (Kami lebih dekat dari pada urat lehernya). Hidup dan mati kita ada di tangan-Nya. Hanya dengan sekali tarik urat leher selesailah kita. Dalam sebuah hadist digambarkan bahwa kita itu seperti memegang ujung seutas tali dan yang memegang ujung yang lain yang berada di atas sana adalah Allah.
Kita manusia yang lemah ini sangat tergantung kepada Allah. Kalau Allah melepaskan tali itu tamatlah riwayat kita. Mereka yang berbuat maksiat tidak menyadari kekuasaan Allah atas diri mereka dan tidak menyadari pula bahwa Allah menyertai mereka di mana saja mereka berada.

هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الأرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya . dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. [QS Al-Hadiid : 4]
Wa huwa ma’akum ainamaa kuntum. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada
Orang-orang yang terlibat dalam kelompok mafia hukum, mafia pajak, mafia paspor dan mafia yang lain juga sama. Mereka tidak menyadari bahwa ketika mereka melakukan pembicaraan rahasia untuk berbuat jahat itu Allah bersama mereka juga.
Allah hadir menyaksikan apa yang mereka kerjakan, mendengarkan apa yang mereka bicarakan, dan kelak di hari kiamat Allah akan memberitahukan kembali apa yang telah mereka kerjakan. Dalam Qur’an Surat Al-Mujaadalah : 7 Allah berfirman

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلاثَةٍ إِلا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلا خَمْسَةٍ إِلا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلا أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلا أَكْثَرَ إِلا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu“.
Saudaraku, perasaan bahwa dirinya selalu disertai Allah sangat penting untuk menjaga diri dari segala bentuk kejahatan dan ma’shiyat lainnya. Karena penyertaan Allah merupakan buah dari iman, maka mestinya menjadi fokus perhatian utama bagi setiap insan muslim untuk senantiasa meningkatkan iman kepada Allah dan hari Akhir dengan bermujahadah mempelajari firman Allah dan sunnah rasul-Nya, meyakini dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Biasakanlah untuk mendahulukan kehendak Allah dan rasul-Nya dari pada kehendak pribadi. Hadirkan Allah dan rasul-Nya dalam setiap desah nafas, tutur kata, dan amal perbuatan. Dengan cara begini iman kita insya Allah akan berbuah IHSAN.”

Orang yang ihsan akan senantiasa beramal shaleh meskipun dia berada sendirian di ujung dunia. Tidak akan berbuat jahat dan tidak akan merencanakan perbuatan jahat. Betapa indahnya negeri ini bila setiap orang Islam memiliki sifat dan sikap seperti itu. ***
Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Ketua Umum Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA)

0 komentar:

Post a Comment

 

Imajinasi Kepala Kaca Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review